PEDAMPINGAN, JALAN TERUS !

Guna meningkatkan kemampuan para guru di gugus 02 Merakurak Anggota KKKS dan para PBS juga Pengawas TK/SD Merakurak baru baru ini telah selesai melaksanakan pendampingan pembelajaran. Rupa rupanya walaupun DBE 2 sudah meninggalkan Gugus 02 ternyata ilmu dan program kegiatannya ternyata jalan terus.

Siswa Kelas IV MI Salafiyah melakukan percobaan tentang terjadinya erosi

Siswa Kelas IV MI Salafiyah melakukan percobaan tentang terjadinya erosi

Alasannya karena selama dibina oleh DBE2 Jatim banyak se kali perubahan yang terjadi di  gugus 02 ini . yang jelas perubahan kea rah yang lebih baik, lebih maju dan semakin memahami apa tugas guru yang seharusnya. Nah pendampingan pembelajaran inilah yang merupakan kegiatan yang bisa membantu para guru bagaimana mempersiapkan pembelajaran,  bagaimana melaksanakan pembelajaran dan mengadakan refleksi setelah pelaksanaan pembelajaran.

Jika dalam merencanakan pembelajaran sudah tersususn baik tentunya pelaksanaan nya juga baik jika pelaksanaannya  baik tentunya berdampak hasilnya baik pula.

Dengan demikian tugas guru untuk mengantarkan peserta didik  menjadi penerus bangsa benar- benar dilakukan dengan baik sesuai standar prosses .

Pendampingan yang telah dilaksanakan oleh gugus 2 ini , dilakukan dalam waktu 5 hari yaitu tanggal 11 april sampai dengan 15 April 2011. Yang menjadi pendamping adalah KKKS , PBS , Pengawas TK/SD Kec. Merakurak dan mantan MTT DBE2 di gugus 2 Merakurak. Sedang yang didampingi Guru kelas I – V di gugus 2  meliputi SDN Sambonggede 1, Sambonggede 2, Sendanghaji, Mandirejo, Kapu I, Tahulu II dan MI Salafiyah Mandirejo. Selain itu ditambah anggota baru di Gugus 2 yaitu SDN Tuwiri Wetan 2 dan Tuwiri Wetan 03.

Sebagian besar guru di gugus 2 sudah oke dalam melaksanakan pembelajaran di kelas. Dan sebagian lagi perlu pembinaan dan  harus meningkatkan diri agar semakin baik dalam mengemban tugas utamanya sebagai seorang guru.

Bu Lilik Andayani sedang membimbing siswanya di luar kelas uantuk mata pelajaran SBK

Bu Lilik Andayani sedang membimbing siswanya di luar kelas uantuk mata pelajaran SBK

Mungkinkah kegiatan di  PSBG Dewantara jalan terus????????……………Pasti dong………….mantan MTT DBE 2 masih eksis kok………..PSBG DEWANTORO bukan hanya cerita belaka, tetapi sebuah kenyataan yang luar biasa. Tampaknya kegiatan gugus II tidak pernah akan pudar, semangat guru- guru gugus II sangat luar biasa

Leave a comment »

Membuat Alat Peraga Jantung (Perdatrans)

Bahan :bahan

6 botol plastik bekas

3 meter selang kecil 0,8mm

2 buah ballpoint pegas* (bekas)

Papan triplek 40 x 60 cm

Pewarna merah (Tinta Printer) secukupnya

2 buah gotri kecil

Busa Karet

AlatAlat :

Pisau Cutter

Solder

Lem Silicon Rubber

Lem Alteco

Lem Castol

Cara pembuatan alat :

  • Botol dilubangi bagian atas dan bawah menggunakan Solder sesuai dengan diameter selang.
  • Siapkan triplek , lalu atur posisi 6 buah botol tersebut sesuai dengan gambar disamping.
  • Potong Busa karet sebanyak 6 bagian sesuai ukuran. Rekatkan semua busa karet pada triplek menggunakan Lem kastol, lalu rekatkan semua Botol pada busa karet (sebagai tumpuan).
  • Untuk membuat katub, potong ballpoint dan ambil isinya, sisakan pegas dan dudukannya. Masukan gotri hingga gotri  terkunci oleh per dan ujung ulir ballpoint. Sehingga gotri dan per akan selalu bergerak untuk membuka dan menutup ketika mendapat tekanan.
  • *(Ballpoint yang digunakan adalah jenis GEL PEN,)
  • Sambungkan botol satu dengan yang lain dengan selang.  Alur penyambungan selang terdapat pada gambar disamping. Tambahkan Lem ALTECO di penyambungan selang jika terasa longgar.
  • Pasang katub dari ballpoint di antara bilik dan serambi,, seperti  gambar disamping.
  • Pastikan Setiap sambungan benar benar kedap udara dengan menambahkan lem SILICON RUBBER di sekitar sambungan selang.
  • Rekatkan selang (pembuluh darah) pada triplek.
  • Campurkan air dengan pewarna merah, lalu masukan air (darah) tersebut ke alat melalui bagian “paru-paru ” atau “tubuh”
Perdatrans

Perdatrans

Cara Kerja Alat :

1. Pada saat bilik kiri jantung ditekan air akan mengalir dari bilik kiri ke seluruh tubuh melalui pembuluh nadi, kemudian menuju ke serambi kanan melalui pembuluh balik. Pada saat ditekan, air dari bilik kiri tidak bisa kembali / bercampur ke serambi kiri, pada saat ditekan katub akan menutup dan pada saat dilepas air akan turun dari serambi ke bilik kiri.

2. Hal yang sama terjadi jika bilik kanan ditekan. Air akan mengalir dari bilik kanan ke paru – paru melalui pembuluh nadi paru-paru, kemudian menuju serambi kiri melalui pembuluh balik paru-paru. Pada saat bilik kanan ditekan, air dari bilik kanan tidak bisa kembali / bercampur ke serambi kiri. Karena fungsi kerja katub.

3. Dalam alat ini, ketika salah satu bilik ditekan akan terjadi simulasi proses peredaran darah dari jantung ke paru-paru dan seluruh tubuh. seluruh botol terhubung dengan selang (sebagai pembuluh darah) dan katub bekerja dalam waktu bersamaan meskipun hanya satu bilik yang ditekan. Sehingga air (darah) bersirkulasi layaknya system peredaran darah manusia.

Comments (4) »

Perubahan Logo PSBG Dewantoro

Tindak lanjut dari bertambahnya anggota gugus 02 ternyata tidak hanya berdampak pada perubahan struktur kepengurusan. Logo pun harus disesuaikan dengan makna yang terkandung didalamnya.

Logo PSBG Dewantoro

Perubahan Logo PSBG Dewantoro

Perubahan tersebut nampak pada gambar di atas, perubahan yang berarti hanya terletak pada jumlah segienam. Jika pada logo lama jumlah segienam sebanyak 7, maka di logo yang baru ini berjumlah 9. Hal ini dikarenakan bertambahnya 2 sekolah baru yang masuk kedalam gugus 02, yakni SDN Tuwiri Wetan 02 dan SDN Tuwiri Wetan 03. Dengan demikian Gugus 02 terdiri dari :

1. SDN Sambonggede 01 (Inti)

2. SDN Sambonggede 02 (Imbas)

3. SDN Mandirejo (Imbas)

4. SDN Sendanghaji (Imbas)

5. SDN Kapu 01 (Imbas)

6. SDN Tahulu 02 (Imbas)

7. SDN Tuwiri Wetan 02 (Imbas)

8. SDN Tuwiri Wetan 03 (Imbas)

9. MI Salafiyah Mandirejo (Imbas)

Inspirasi dalam pemakaian segienam tersebut karena mengambil ide dari rumah lebah yang berbentuk segienam. Harapannya, setiap sekolah dapat menjadi tempat untuk menampung madu (dalam hal ini adalah warga sekolah). Tidak hanya menampung saja, tetapi juga mengolah untuk memberikan manfaat kepada yang lain. Jika digabungkan akan menghasilkan kombinasi ruang guna yang sempurna, yaitu tidak menghasilkan ruang-ruang sisa yang tak berguna, seperti jika ruang-ruang yang berpenampang lingkaran atau segilima. Lebih jauh, bentuk ruang dengan penampang segitiga atau segiempat bisa jadi juga menghasilkan kombinasi yang optimal.

Perbedaan warna pada segienam hanya untuk membedakan Gugus inti dan imbas saja, tanpa ada maksud lain. Sedangkan pemakaian lingkaran sebagai wadah anggota gugus untuk saling membentuk kesatuan dan berkoordinasi dalam kepentingan Gugus.

Leave a comment »

JUARA 3 GURU PRESTASI TAHUN 2011 TINGKAT KABUPATEN TUBAN

Suharti, S.Pd

Guru Berprestasi Tingkat Kecamatan

Di Gugus 02 Merakurak nama Ibu Suharti, S.Pd bukan nama yang asing lagi. Siapa yang tidak kenal, sosoknya yang selalu ceria, familier dan  enak jika diajak berkomunikasi. Apalagi sekarang beliaunya menjadi Ketua KKG di Gugus 2. Karena kesibukannya di organisasi KKG, ibu tiga anak ini semakin dikenal bukan saja di gugus 2 tetapi juga di gugus yang lain di wilayah Merakurak. Dalam kegiatan kedinasan juga selalu terlibat dan berperan aktif misalnya Lomba Mapel, lomba Kreatifitas siswa dan lomba yang lainnya. Sehingga kesibukannya semakin padat dan menumpuk. Walau demikian beliau juga tidak pernah melupakan tugas utamanya sebagi guru Kelas di SDN Sambonggede 1. Untuk menggantikan jam- jam yang terkadang beliau tinggalkan selalu diganti dengan pelajaran tambahan di luar jam – jam efektif. Kesibukannya di sekolah dan di kegiatan kedinasan bukannya menjadi semangatnya kendor ,tetapi justru menjadi motivasi untuk meraih sukses. Buktinya pada tahun 2010 beliaunya dipercaya menjadi Juara I guru berprestasi tingkat kecamatan Merakurak. Namun setelah bertarung di tingkat kabupaten belum bisa meraih hasil yang memuaskan. Informasinya baru bisa masuk menjadi sepuluh besar. Nampaknya prestasi sepuluh besar menjadikan pembakar semangat untuk meraih sukses.

Dengan segenap tenaganya tanpa mengenal lelah belajar dan terus belajar dan juga berkarya. Pada Tahun 2011 melalui jalur Portofolio seleksi guru berprestasdi tingkat kecamatan Merakurak Bu Suharti kembali menunjukkan kemampuannya. Beliau kembali sebagai Juara I. Hal ini menunjukkan bahwa bu Suharti bukan saja memiliki kopetensi di bidang paedagogik saja tetapi juga dibuktikan mampu melalui bukti fisik berupa dokumen portofolio.

Sebagai Juara I Beliau kembali berusaha sekuat tenaga untuk bertanding di tingkat kabupaten. Keberhasilannya dalam melakukan inovasi di bidang pembelajaran  ditulisnya dalam bentuk PTK yang berjudul Melalui Media Perdatrans Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Pada Materi Organ Peredaran Darah Manudia di Kelas V SDN Sambonggede I Merakurak. Inovasi itulah yang bisa meangantarkan ibu Suharti menjadi juara III di tingkat kabupaten. MATOOOOH….. tenan ……..itu komentar dari rekan- rekan guru yang turut merasa bangga atas keberhasilannya.

Suharti, S.Pd

Kegiatan Pembelajaran di Kelas

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang ditulisnya bukan satu satu nya penentu jadi juara, tetapi ada tahapan tes tulis, portofolio dan Observasi lapangan. Saat observasi dilapangan, juri datang ke sekolah, di SDN Sambonggede 1 tempat ibu Suharti Mengajar. Di sini juga membuktikan bahwa ibu suhartri menunjukkan guru yang professional. Selamat ……..yaa……… ibu Guru …….semoga tidak jemu- jemu melakukan inovasi dalam pembelajaran dan rekan rekan bisa meniru semangat dan kerja keras panjenengan. Semoga sukses kali ini akan menjadi pemicu sukses yang berikutnya.

Leave a comment »

KKG MERUPAKAN WADAH KEGIATAN GURU YANG MENYENANGKAN

Kegiatan Rutinitas KKG

KKG merupakan wadah kegiatan guru dalam berbagai hal yang berkaitan dengan pembelajaran. Banyak sekali yang dapat dilakukan oleh guru dalam kegiatan tersebut, diantaranya : persiapan mengajar yang meliputi silabus dan RPP, strategi pembelajaran, diskusi tentang keberhasilan dan kendala dalam pelaksanaan pembelajaran atau lain- lain. Dalam KKG itu pula para guru bisa saling asah, saling asih dan saling asuh, sehingga setelah kegiatan mereka mendapatkan pengalaman yang bermakna dan berguna untuk pembelajaran di kelasnya masing- masing. Karena KKG tersebut keberadaannya memang sangat dibutuhkan oleh guru, maka para guru kini selalu aktif dalam KKG, jika tidak mereka akan ketinggalan informasi. Dan pada bulan Januari 2010 ini, tepatnya tanggal 21 – 23 Januari para guru di gugus 02 Merakurak telah melaksanakan kegiatan KKG yang sudah merupakan kegiatan rutin bulanan.

Kegiatan KKG di Gugus 02

Pada hari pertama untuk kelas I dan II, hari kedua pertemuan KKG kelas III dan IV sedangkan hari ketiga untuk kelas V dan VI. Materi yang di bahas mereka adalah membuat buku besar, yang dipandu oleh PBS Bahasa Indonesia (Ari Nurfaiz)  dan Ketua KKG (Muri). Mereka mengikuti kegiatan dengan tekun dan aktif. Setelah mereka mencermati demontrasi penggunaan buku besar para guru merasa semakin tertarik. Lebih lebih para guyu kelas awal, karena merasa buku besar tersebut cocok sekali untuk diaplikasikan di kelas awal dalam pembelajaran tematik. (Mr)

Leave a comment »

STAND DBE 2 SEMARAKKAN HARI JADI TUBAN KE- 716

Produk Unggulan DBE2

Gugus sekolah binaan DBE2 Jawa Timur di Tuban turut berpartisipasi pada pameran yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Tuban dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Tuban yang ke-716. Pameran tersebut diselenggarakan mulai tanggal 9 Nopember 2009  sampai  dengan 14 Nopember 2009 bertempat di eks terminal lama Tuban. Dengan menempati salah satu stand pameran, para MTT Tuban mempersiapkan dan memamerkan berbagai  program unggulan  DBE2, yang ditata dengan berbagai sudut  diantaranya : Sudut Pakem, PSBG, Alat Peraga Murah, Pembelajaran IAI dan Pembelajaran dengan ICT.

Kunjungan Dra Hj. Haeny Relawati Rini Widyastuti, M.Si

Pada hari pertama pameran, stad DBE2 menerima  kunjungan Bupati Tuban dan disambut dengan hormat dan rasa bangga oleh para MTT, tampak Dra. Siti Kiswati MTT1 sedang memberikan penjelasan kepada Bupati Tuban Dra Hj. Haeny Relawati Rini Widyastuti, M.Si tentang program–program DBE2 dan barang-barang hibah yang diterima dari DBE2 serta  pemanfaatannya. Tampak pula Bupati Tuban sedang membaca buku Referensi PSBG di stand DBE2.

Stand pameran DBE2 banyak didatangi pengunjung. Pada hari pertama , kurang lebih 100 brosur dari keempat PSBG (PSBG Dewantoro, PSBG Akbar, PSBG Tingkir dan PSBG Gemes Banget) telah habis diminati oleh pengunjung. Tampak pada gambar pengunjung sedang membaca brosur dan mengisi buku tamu. (Mr)

Leave a comment »

Rollout Dali, Tingkatkan Penguasaan ICT untuk Menunjang Pembelajaran

Rollout Developing Active Learning with ICT (DALI) Gugus Sekolah II Kecamatan Merakurak ternyata dapat meningkatkan penguasaan ICT (Information Communication Technologies) dalam menunjang proses belajar mengajar di sekolah. Kegiatan ini berlangsung di gedung pertemuan KPRI “Segar” Kecamatan Merakurak selama 3 hari, yakni 8-10 Oktober 2009 untuk gelombang I dan gelombang II pada tanggal 29-31 Desember 2009.

Fasilitator ICT Jatim sedang mengarahkan Peserta

Fasilitator ICT Jatim sedang mengarahkan Peserta

Kegiatan yang memanfaatkan penggunaan ICT ini diikuti oleh 70 peserta dari 7 lembaga yang ada di gugus II Kecamatan Merakurak, yakni SDN Sambonggede I, SDN Sambonggede II, SDN Mandirejo, SDN Sendanghaji, MI Salafiyah, SDN Kapu I dan SDN Tahulu II. Selama kegiatan berlangsung, peserta dipandu oleh MTT (Master Teacher Training) Dra. Siti Kiswati dan Drs. Muri serta Fasilitator ICT Moch. Sholihan. Tidak hanya itu, DLC Tuban Muhsan dan TIM ICT DBE2 Jatim Auliya Dikmah, Sujoko, dan Arief Nuryadin juga hadir dan mendampingi kegiatan ini sampai usai.
Pelatihan yang dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala UPTD Dikpora Kecamatan Merakurak Drs. H. M. Tjiptowo ini dilakukan secara berkelompok.

Dimana setiap kelompok dibagikan kartu peran yang didalamnya terdapat tugas/peran yang harus dilakukan oleh setiap orang dalam kelompok tersebut. Pembagian kelompokpun diacak dan diganti pada setiap pergantian sesi. Peserta juga disuguhi ice breaking dan permainan-permainan untuk mengurangi rasa jenuh.
Peserta merasa bahwa pelatihan ini santai tapi serius, hal ini seperti apa yang disampaikan oleh salah satu guru yang berasal dari SDN Sambonggede I, “Sebelum pelatihan, saya khawatir tidak bisa melakukannya, tapi ternyata tidak demikian. Dengan model-model pendekatan pembelajaran dengan memanfaatkan ICT yang telah di real teachingkan kepada anak-anak, ternyata mereka tidak merasakan bahwa sedang belajar” tukas Darsih sambil berlalu membawa makanan.
Pelatihan ini berhasil dengan baik, buktinya segala tugas yang diberikan pelatih, peserta dapat menyelesaikan dengan baik. Adapun karya-karya peserta seperti musium digital, mengedit permainan jeopardy, membuat video, membuat brosur, dll. (Ms)

Comments (2) »